Manado – Suasana haru menyelimuti malam takziah almarhum Sudirman Salehe, salah satu pejuang tangguh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Manado. Kehadiran Ketua DPD PKS Sitaro, Sardin Ishak, menjadi sorotan dan bukti nyata kuatnya persaudaraan kader PKS lintas daerah.
Sardin Ishak datang dengan penuh keteduhan, menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal sebagai pejuang tanpa lelah dalam membesarkan PKS di bumi Nyiur Melambai.
“Almarhum adalah teladan. Ia berjuang bukan untuk dirinya, tapi untuk dakwah dan kejayaan PKS. Kehilangan ini bukan hanya bagi keluarga, tapi juga bagi kita semua yang pernah merasakan semangat beliau,” ungkap Sardin Ishak dengan suara bergetar.
Malam itu, ratusan pelayat hadir. Isak tangis mewarnai lantunan doa yang dipanjatkan. Sejumlah kader dan simpatisan PKS Manado tampak larut dalam suasana penuh keharuan.
Almarhum Sudirman Salehe dikenang sebagai figur sederhana, pekerja keras, dan pejuang setia yang mengabdikan hidupnya untuk perjuangan partai dan umat.
Kehadiran Sardin Ishak bukan hanya sebatas formalitas, melainkan bentuk nyata dari solidaritas kader PKS yang terus menjunjung tinggi nilai ukhuwah dan perjuangan tanpa batas.
Tak ayal, momen ini menjadi pengingat bahwa semangat juang Sudirman Salehe akan terus hidup di hati para kader, mengalir sebagai energi baru dalam membesarkan PKS di Sulawesi Utara.

