Manado – Suasana pembahasan Perubahan KUA-PPAS Tahun 2025 di DPRD Kota Manado pada hari kedua mendadak memanas. Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Keadilan Demokrasi, Rachman Kodu, dengan suara lantang “menyemprot” langsung jajaran Dinas Pendidikan Kota Manado yang hadir dalam rapat bersama TAPD.
Rachman Kodu tanpa basa-basi meminta agar dalam anggaran rehabilitasi toilet sekolah benar-benar ada pemerataan. Ia menuding selama ini ada kesenjangan yang mengorbankan sekolah-sekolah tertentu.
“Jangan main-main dengan anggaran pendidikan! Saya minta rehab toilet jangan pilih kasih. Semua sekolah butuh, jangan hanya yang dekat dengan pusat saja yang dapat perhatian,” semprot Rachman Kodu dengan nada tinggi.
Tidak berhenti di situ, politisi vokal ini juga mengangkat masalah ruang kelas yang banyak sudah beralih fungsi. Akibatnya, beberapa sekolah saat penerimaan siswa baru terpaksa menutup pendaftaran karena ruang kelas penuh.
“Ini sudah keterlaluan! Gedung kelas jangan dialihfungsikan sembarangan. Segera kembalikan fungsinya! Anak-anak kita tidak boleh jadi korban kebijakan yang salah. Tahun ini saja ada sekolah terpaksa menolak siswa baru karena kelas penuh – ini memalukan untuk dunia pendidikan Manado!” tegasnya.
Pernyataan keras Rachman Kodu membuat suasana rapat makin panas. Publik menilai intervensi tajam ini sebagai bentuk perlawanan DPRD terhadap kebijakan setengah hati pemerintah, khususnya dalam sektor pendidikan.
Rachman Kodu pun mengingatkan TAPD dan Dinas Pendidikan bahwa pendidikan adalah urat nadi pembangunan. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika persoalan mendasar seperti toilet dan ruang kelas tidak segera dituntaskan dalam anggaran perubahan 2025.

