Manado – Ketua DPD PKS Kota Manado, Hj. Nur Amalia, S.M., menghadiri malam taziah atas meninggalnya almarhum Sudirman Salehe di Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget.
Kehadiran Ketua DPD PKS turut didampingi oleh sejumlah kader PKS Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado. Terpantau hadir Kabid Kepanduan dan Bela Negara DPW PKS Sulut, Firman Gobel, Ketua DPC PKS Mapanget, Jefrry Umar, serta Ustadz H. Sulaiman Ladiku selaku Kabid BPU DPW PKS Sulut yang juga didaulat menyampaikan kata-kata taziah.
Dalam kesempatan itu, Hj. Nur Amalia yang juga Anggota DPRD Kota Manado, menyampaikan sambutan mewakili Partai Keadilan Sejahtera sekaligus menyerahkan bantuan duka hasil donasi kader PKS Kota Manado. Ia bersaksi bahwa almarhum adalah seorang pejuang sejati, sosok keras, ulet, dan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Hj. Nur Amalia menyampaikan bahwa almarhum Jenderal Dirman menjadi contoh nyata dari pesan para ulama tentang hakikat akhir kehidupan:
أَنَّهُ مَنْ عَاشَ عَلَى شَيْءٍ مَاتَ عَلَيْهِ
“Sungguh siapa saja yang hidup di atas suatu kebiasaan tertentu, ia pun akan diwafatkan di atas kebiasaan tersebut.”
(Ibnu Katsir, Tafsiir al-Qur’aan al-‘Azhiim, 2/101; as-Sa’adi, Taysiir al-Kariim ar-Rahmaan fii Tafsiir Kalaam al-Manaan, 1/130)
“Almarhum di hari terakhirnya masih dalam tugas kepanduan, dengan atribut lengkap yang selalu ia banggakan. Deretan logo yang melekat di topi dan bajunya menjadi simbol nyata bahwa PKS adalah partai yang cinta NKRI dan selalu khidmat kepada rakyat,” ujar Hj. Nur Amalia.
Beliau menegaskan bahwa dunia nyata maupun maya telah menjadi saksi, di mana almarhum selalu membawa logo PKS dan Kepanduan sebagai identitas perjuangannya.
“Syahid wahai Jenderal. Cintamu pada negeri dan partai ini tidak ada yang meragukan. Takzim untukmu, dari kami PKS Manado dan seluruh DPC se-Kota Manado,” pungkasnya dengan penuh haru.


