Manado – Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhum Sudirman Salehe, yang akrab disapa “Jendral”, pengurus PKS Sulawesi Utara, pada Rabu (27/8/2029) di Kelurahan Kombos. Sejumlah pengurus dan simpatisan PKS turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Hadir langsung Ketua DPD PKS Kota Manado, Hj. Nur Amalia, S.M., yang juga anggota DPRD Kota Manado. Kehadiran beliau bersama jajaran pengurus menunjukkan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya salah satu kader terbaik PKS Sulut.
Sekretaris Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama DPW PKS Sulut, Imam Sulaiman Ladiku, yang dipercaya mengisi tausiyah dalam takziah tersebut, menyampaikan pesan penting tentang arti kematian dan kewajiban seorang muslim.
“Kematian adalah pengingat bagi kita semua. Karena itu, mari kita jaga sholat kita. Sebab sholat adalah tiang agama dan penentu utama bagi seorang muslim,” ungkapnya dalam tausiyah yang khidmat.
Takziah ini turut dihadiri banyak kader dan pengurus PKS dari berbagai tingkatan, baik dari DPW Sulawesi Utara maupun DPD Kota Manado. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya ikatan ukhuwah dan kebersamaan dalam keluarga besar PKS.
Almarhum Sudirman Salehe dikenang sebagai sosok yang bersemangat dalam perjuangan dakwah dan pergerakan partai. Julukan “Jendral” yang disematkan padanya menjadi bukti bahwa beliau dihormati dan dicintai oleh rekan-rekan seperjuangan.

